Lunglai, itu yang kurasa
Tatkala Engkau menepuk punggungku
Seraya berkata,
“Sudahlah, jangan memaksakan diri
Lanjutkan esok hari lagi”
Aku berontak
Masih banyak sumbatan
Dalam rongga kepalaku
Yang belum aku pecah
Menggumpal, mengeras
Memenuhi sumsum tulang
Membuatku ngilu
Kini aku tak berdaya
Menyesal tlah mencampakkan
Bisikan lirih kapan hari
Hanya bisa terbaring lemah
Hingga mentari
Bisa jelas kulihat lagi
0 komentar:
Posting Komentar